Kamis, 11 September 2008

IWMR Taja Lomba Lagu Minang


Untuk pertama kali, Ikatan Wanita Minang Riau (IWMR) Kecamatan Tualang menaja lomba lagu Minang antar puak se-Kecamatan Tualang. Selain menggelar perlombaan lagu Minang, juga diadakan lomba lagu mars Minangkabau, pidato berbahasa Minang dan fashion show yang pesertanya dari 13 puak suku Minang yang ada di Kecamatan Tualang.


Kegiatan yang digelar dalam rangka memeriahkan Hari Kartini ini pelaksanaannya dibuka oleh wakil Bupati Siak, Drs H OK Fauzi Jamil yang berlangsung di lapangan simpang Jalan Hang Tuah Km 03 Perawang. Pada kesempatan tersebut wakil bupati juga memberikan bantuan untuk kegiatan yang akan digelar setiap tahun tersebut.


Drs H OK Fauzi Jamil menyampaikan agar pelaksanaan lomba lagu Minang ini akan menambah khazanah kesenian di Kabupaten Siak, karena memang Kabupaten Siak sejak masa kerjaan dulu tidak menutup diri dengan orang lain. Pada kesempatan tersebut OK juga menyampaikan pesan tersirat agar semua komponen masyarakat yang berdomisili di Kabupaten Siak ini tidak mendahulukan kepentingan daerahnya.


‘’Dari suku manapun masyarakat yang datang ke Siak dan telah berdomisili di daerah ini maka sebutkanlah bahwa, saya adalah orang Siak asal daerah A bukan malah mengatakan dengan sebaliknya,’’ ujar wabup yang juga sebagai Ketua Umum Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak ini menyampaikan pesan.


Khusus kepada masyarakat Kabupaten Siak yang berasal dari suku Minang agar bersama-sama memberikan dukungan dan masukan kepada pihak pemerintah dalam menyukseskan progeram pembangunan terutama dalam melakukan penertiban pasar Km04 Perawang seperti yang telah dilakukan dengan aman. ‘’Ini semua berhasil berkat efektifnya komunikasi dan jalinan silaturrahmi antar semua lapisan masyarakat, terutama puak-puak Suku Minang di Kecamatan Tualang ini serta para tokoh masyarakatnya,’’ sebut wabup.


Hadir dalam acara pembukaan, Wabup bersama isterinya, Ketua IKMR Siak, Ir Jhonny Kasrun MT, PLt Ketua IKMR Tualang, H Alferi SH, Camat Tualang,Romi Lesmana beserta isteri, Kacabdisdik Tualang, Dra Herlina Khitra Dewi, Kepala KUA Tualang, H Mukhlis serta para tokoh masyarakat Perawang dan undangan lainnya. (rel)

Pelantikan Ikatan Wanita Minang (IWM) Kota Batam

Jangan Mau jadi Korban Politik dengan Janji-janji Palsu


Batam, BNK- Wanita asal Minang di Batam kini telah mempunyai wadah yaitu Ikatan Wanita Minang (IWM) Kota Batam dan langsung dilantik oleh Sekjen IWM Riau dan Kepri di Politeknik Batam.




Perkumpulan Ikatan Wanita Minang kedepan bakal menggelar beberapa program - program baik jangka pendek maupun jangka panjang dimana IWM ini akan membentuk lembaga perekonomian kerayatan Wanita Minang, yakni mengadakan Balai Latihan Kerja untuk Wanita Minang, nantinya akan diajarkan keterampilan seperti pelatihan salon dan pelatihan menjahit dan lain-lainnya, " ungkap Ir.H. Suparman,SH.M.Si selaku pendiri Ikatan Wanita Minang".




Acara pelantikan pengurus IWM Kota Batam dihadiri oleh Anggota DPD RI asal Kepri Aida Ismeth Abdullah, anggota DPRD Kota Batam Tharmani,SE.M.Si , H.Sukri Fakhrial,SH, Hj. Hartini Sari dan tampak juga hadir anggota DPRD Provinsi Kepri H.Saidul Kudri dan Asisten III Provinsi Kepri Arifin yang mewakili Gubernur Kepri, Dr Syamsul Bahrum, yang mewakili Wali Kota Batam.




Ir.H.Suparman,SH,M.Si pendiri Ikatan Wanita Minang (IWM), mengatakan IWM dibentuk untuk menyatukan seluruh Wanita Minang di Batam, hal ini adalah merupakan salah satu tujuan utama agar dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan sesama wanita minang yang berasal dari ranah minang.




"Selama ini Wanita Minang sering menjadi korban politik,Dengan terbentuknya Ikatan Wanita Minang ini, kita akan memperdayakan perempuan Minang dari semua segi baik ekonomi maupun politik ," ujar Suparman. yang saat ini dalam menyelesaikan S2 Master Hukum di universitas Batam.




Suparman memberikan sinyal, perkumpulan tersebut bisa digunakan oleh tokoh-tokoh Minang yang bergelut di politik. "Jadi sangat mudah mendapatkan dukungan kalau wanita Minang bersatu." ujarnya.




Dalam pelantikan tersebut, ditampilkan beragam kesenian asal Sumbar seperti Tari Persembahan, Tari Piring, dan jenis tarian lainnya. Selain itu juga ditampilkan kesenian adat berupa pantun yang digunakan saat menerima pejabat.(*)
Oleh, atay

Ir. H. Suparman, SH, M.Si -- Politisi Yang Haus Ilmu


‘’Saya sekarang super sibuk’’, itulah kalimat yang pertama kalinya terucap dari mulut Ir H Suparman SH MSi, saat Batam News meminta pria yang dikenal sebagai aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang cukup vokal ini di Batam, untuk mengisi liputan khusus sehari bersama pada Jumat (20/6) pekan lalu.


‘’Saya banyak kegiatan, apa lagi sudah mulai persiapan pemilu,’’ tambah pria yang akrab disapa Pak Parman itu.

Memang, selain masih aktif di LSM, kini Parman memiliki kesibukan mengurusi partai yaitu sebagai Ketua DPC Batam Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU). Selain itu, sehari-harinya ia juga harus mengurus sejumlah perusahaannya yang bergerak dalam bidang jasa kontraktor. Salah satunya PT Putera Ciptakreasi Pratama. Parman adalah direktur utama di perusahaan yang beralamat di Orchid Park Blok C No.149 Batamcentre itu. Tak hanya itu saja, Parman juga harus mengurus segala administrasi dan keperluan anggotanya yang bergabung dalam Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional (Gabpeknas), dimana Parman adalah Ketua DPD Gabpeknas Kepri. Lalu, kesibukan Parman lainnya adalah mengikuti kuliah Pascasarjana atau Strata 2 (S2) bidang Ilmu Hukum di Universitas Batam (Uniba). ‘’Jadi, Anda siap mengikuti aktifitas saya hari ini, nanti capek lho,’’ sebut Parman lagi.


Pukul 05.00 WIB, Plamo Garden

Aktifitas Parman dimulai di kediaman di Perumahan Plamo Garden Blok B No.70 Batamcentre. Pukul 04.30 Parman menyudahi tidurnya bangun dan beranjak ke kamar mandi. Hanya 15 menit kemudian, dia pun bersiap-siap menunaikan salat Subuh. Setelah salat, Parman memakai baju kaos dan celana training, lalu beranjak ke luar rumah. Pagi itu dia melakukan sedikit jogging di halaman rumahnya.’’Meski sibuk, jangan lupa menjaga kebugaran tubuh kita,’’ sebutnya seraya lari-lari kecil dan melakukan gerakan-gerakan senam dan peregangan.Selang 30 menit kemudian, Parman mulai bersiap-siap berangkat ke kantor. Setelah mandi dan berpakaian safari coklat, Parman lalu sarapan pagi. Tepat pukul 07.00 WIB, dia meluncur ke Orchid Park. Tujuan pertamanya hari itu adalah kantor perusahaanya.


Pukul 07.30 WIB, Orchid Park.

Kalau sudah jam segini, Parman berada di kantor. Karyawannya pun sudah terlihat sibuk di kantornya. Sesampai di kantor, Parman langsung membolak-balik tumpukan kertas yang berada di atas meja kerjanya. Berbagai surat dan sertifikat harus ditekennya pagi itu. Tak hanya itu, beberapa kali karyawatinya dipanggil tentang laporan-laporan apa saja yang sudah kelar. Cukup banyak, namun satu per satu dicermatinya dengan seksama. Semua berkas itu tak hanya milik perusahaannya saja, tapi juga berkas-berkas asosiasi Gabpeknas.’’Ada beberapa SBU (Sertifikat Badan Usaha,red) yang harus diteken,’’ sebutnya kepada koran ini.Selain itu, disisi mejannya juga terdapat tumpukan berupa bundelan-bundelan yang telah tersusun rapi. Rupanya itu beberapa persyaratan untuk persiapan ikut serta lelang proyek milik perusahaannya. Parman juga membuka laptop-nya. Dia tampak menulis sesuatu dan diprint. Setelah menandatangani sejumlah berkas, Parman lalu memberikan arahan pekerjaan hari itu pada karyawannya.Setelah itu, dia mengambil sebuah tas berwarna hitam. Sejumlah berkas bergambarkan lambang PKNU dimasukan ke dalam tas itu.’’Saya mau ke kantor DPC dulu,’’ ujar Parman kepada salah seorang karyawannya.


Pukul 10.15 WIB, Greenland Batamcentre

Hanya selang 15 menit saja, Parman sudah sampai di sebuah rumah toko (ruko) berlantai III di kawasan Greenland Batamcentre. Tampak jelas dari luar, ruko itu dijadikan sebagai kantor DPC PKNU Batam. Sebuah papan nama PKNU terbuat dari tembok dan sejumlah bendera PKNU tampak di halaman ruko. Selain itu juga ada papan nama milik Ikatan Wanita Minang (IWM) dan Ikatan Pemuda Minang (IPM). Kedua organisasi ini juga dibawah binaan Parman yang juga Ketua Ikatan Keluarga Minang Riau (IKMR) itu.Di halaman ruko juga parkir satu unit bus dan satu mobil pick-up. Keduanya dipasangi logo PKNU.’’Inilah bentuk keseriusan saya membesarkan PKNU. Fasilitas partai lengkap, mulai dari gedung hingga sarana operasional,’’ ujar Parman.Parman langsung menuju Lantai III ruko tersebut. Di sana ternyata telah menunggu sejumlah kader PKNU yang ingin bertemu. Ruangan kerja Parman kali ini tak kalah mewah dengan kantornya yang di Orchid Park. Meski dibilang untuk urusan partai, namun juga ada karyawan yang standby di kantor ini. Bahkan, lima unit komputer juga terpajang di dalam dan di luar ruangan Parman. Untuk menerima tamu baik pejabat maupun kader partai, Parman telah menyiapkan kursi sofa empuk di ruangan yang lumayan besar itu.Di kantor inilah roda kepengurusan PKNU Batam dijalankan. Mulai dari rapat pengurus, temu kader hingga berbagai administrasi untuk kepentingan partai disiapkan disini. Atribut-atribut PKNU tampak menghiasi setiap sudut ruangan. Salah satunya adalah foto Suparman dengan baju dan latar belakang lambang PKNU. Bapak mau ikut mencalonkan diri di pemilu ya?’’ tanya koran ini.Parman tersenyum lalu berkata ‘’Insyaallah, yang penting saat ini adalah bagaimana saya membesarkan partai ini menjadi partai yang dipercaya oleh masyarakat luas,’’ ujar Parman.Beberapa saat kemudian Parman mulai bincang-bincang dengan tamunya. Mereka adalah kader PKNU yang tengah menerima arahan untuk melakukan konsolidasi partai. Memang, Parman mengakui saat ini partainya mulai intens melakukan sosialisasi ke masyarakat. Caranya pun beragam, mulai dari dialog, pengajian, bahkan hingga berwisata bersama dengan warga. Seperti yang berlangsung belum lama ini di Pantai Nongsa, ribuan kader wanita PKNU menggelar dakwah wisata di pantai tersebut. Selain menjalin keakraban, acara ini juga memberikan pemahaman politik bagi kader-kader PKNU. Saat itu, Parman mendapat dukungan dari kaum ibu untuk maju di Pemilu 2009 mendatang sebagai wakil rakyat.Mereka memandang, Parman adalah figur yang bisa memperjuangkan aspirasi mereka.Cukup banyak hal yang dibahas. Tepat pukul 12.00 WIB Parman beranjak menuju masjid menunaikan salat Jumat.


Pukul 13.30 WIB, Seraya

Sekitar pukul 13.30 usai makan siang, dia pun bergegas ke Seraya Atas.’’Kita ada pertemuan dengan ibu-ibu wirid,’’ ujarnya singkat kepada Batam News.Di salah satu musola di Seraya, Parman telah ditunggu ibu-ibu wirid Seraya. Di jalan menuju kawasan padat perumahan itu bendera PKNU tampak berkibar. Kedatangan Parman disambut hangat para jamaah. Parman tak cukup lama di sini. Setelah memberikan sambutan, Parman pamit dengan peserta wirid, soalnya masih ada pertemuan konsolidasi dengan kader partai di Kecamatan Sagulung. Di antar sejumlah pengurus, Parman naik mobil dan meluncur ke Sagulung.


Pukul 14.30 WIB, Sagulung

Tepat pukul 14.30, Parman telah dinantikan kader dan pengurus PKNU lainnya. Pertemuan ini berlangsung sederhana di rumah salah seorang kadernya.’’Ini adalah konstituen PKNU,’’ sebut Parman. Dari Seraya menuju ke Sagulung, Parman singah di Plamo Garden. Dia berganti pakaian, lalu meluncur ke arah Batuaji. Nah, acara kali ini cukup serius. Parman sebagai Ketua DPC PKNU yang juga tokoh masyarakat minang, memberikan berbagai penjelasan tentang PKNU. Di antaranya, kenapa PKNU harus didukung serta persyaratan calon anggota legislatif (Caleg) yang bakal diakomodir PKNU.’’PKNU adalah partai yang didirikan para kiyai. Makanya, PKNU berbeda dengan yang lainnya. Di PKNU yang dipakai adalah politik kiyai, bukan kiyai yang berpolitik,’’ sebut Parman di depan peserta pertemuan. Antusias warga pun tampak saat Parman memberikan penjelasan. Makanya, suasana pertemuan ini menjadi sangat hidup dengan dialog dan tanya jawab. Banyak hal yang ingin diketahui warga tentang PKNU, termasuk jaminan aspirasi mereka akan diakomodir oleh kader PKNU jika nantinya terpilih sebagai anggota dewan.’’Konstituen jangan khawatir. Caleg PKNU disumpah dua kali. Pertama mereka disumpah saat diterima menjadi caleg. Sumpahnya adalah mereka siap membela kepentingan masyarakat luas. Seperti menolak beragam kebijakan yang menyengsarakan rakyat. Lalu, kedua kalinya mereka di sumpah lagi bila terpilih sebagai anggota DPRD, tentunya saat pelantikan,’’ papar Parman.Nah, bila mereka melanggar sumpah, lanjut Parman, maka sanksi tegas pun telah disiapkan.Penjelasan demi penjelasan yang diberikan Parman, ternyata sangat dimengerti konstituen PKNU di Sagulung saat itu. Sebelum pertemuan ditutup, mereka pun berikrar akan memenangkan PKNU di Pemilu nanti. Parman sendiri mengatakan bahwa dirinya tak pernah berpikir apa yang akan didapatkannya dari partai, tapi dilubuk hatinya, Parman justru bertekad bagaiman dia membesarkan partai atau apa yang akan dia berikan untuk partai. ‘’Saya menjaga amanah para kiyai, jadi perjuangan ini adalah amanah,’’ katanya Parman di depan konstituennya. ‘’Saya mau salat Ashar dulu, kalau sempat sebelum Maghrib kita sudah ke Batamcentre lagi, saya mau kuliah’’ ujar Parman usai pertemuan sekitar pukul 17.00 WIB.Usai salat, Parman masih bercengkrama dengan sejumlah rekan-rekannya. Tepat pukul 17.30, Parman meluncur ke Batamcentre, tepatnya ke Greenland markas PKNU. Di sini Parman istirahat sejenak seraya menunggu Maghrib. Setelah azan berkumandang, Parman langsung salat. Sekitar 15 menit kemudian, dia berganti baju kuliah dan mempersiapkan sejumlah bahan-bahan kuliah ke dalam tas.


Pukul 18.30 WIB, Kampus Uniba

‘’Saatnya menimba ilmu,’’ ujar Parman saat turun dari mobilnya di pelataran parkir Uniba. Bagi Parman, menuntut ilmu tidak ada batasan usia. Selaku pengusaha, politisi maupun aktivis LSM, dia tertarik membekali dirinya dengan ilmu hukum. ‘’Saya ini politisi yang haus akan ilmu,’’ timpalnya lagi.Makanya, di usia yang menginjak 46 tahun ini, tiga gelar akademisi telah dikantongi Parman yaitu, sarjana teknik sipil dan perencanaan (Ir), sarjana hukum (SH), master sains (MSi), dan terakhir Parman ingin menuntaskan Master Hukum-nya (MH). Menurut Parman, ke depan dia ingin memberikan bantuan hukum bagi masyarakat yang membutuhkannya lewat partai yang dipimpinnya. Parman masih melihat banyak masyarakat kecil yang tertindas akibat tidak memahami hukum. Mereka kerap dijadikan korban padahal mereka tak bersalah. Selain itu, Parman juga tertarik dengan dunia akademisi. Makanya, usai S2 nanti, dia ingin menjadi dosen dan menularkan ilmunya kepada mahasiswa.’’Ilmu itu harus dibagi-bagi agar menjadi amal dan memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,’’ sebutnya.Tepat pukul 19.00 WIB, kuliah dimulai. Parman serius mengikuti mata kuliah hari itu. Sesekali dia tampak bertanya dan berdialog dengan dosen. Perkuliahan usai sekitar pukul 21.00 WIB. Usai kuliah, Parman langsung pulang dan istirahat.’’Kalau ada telpon dari teman-teman, mungkin ke luar sebentar,’’ katanya.Untuk urusan keluar malam, Parman memang sangat membatasi. Dia sangat anti terhadap yang namanya kafe atau diskotek.’’Saya tak sama dengan eksekutif muda layaknya. Lebih baik ketemuan dan makan-makan di restoran dari pada ke diskotek atau klub malam. Kalau tak percaya silahkan cek, siapa yang pernah ketemu saya di tempat-tempat seperti itu (diskotek atau pub,red),’’ aku Parman. Koran ini pun mengakhiri liputan ini di kediaman Parman malam itu.(dinir)

Politik Perempuan Menuju Pemilu 2009


Adanya peraturan Pemilu yang mengatur keterwakilan perempuan ( women representativeness ) dengan kuota 30 persen dalam kancah politik Indonesia merupakan suatu langkah maju bagi kemajuan kaum perempuan Indonesia. Jalan untuk mengembangkan diri mulai terbuka makin lebar. Peraturan ini tidak serta merta mendapat sambutan yang baik dari keseluruhan kaum perempuan itu sendiri. Ada yang bergairah menyikapi peraturan ini, adrenalin politiknya menggelora melahirkan tindakan-tindakan progresif. Sebaliknya ada yang menanggapi dengan dingin.
Pertanyaan pertama yang muncul di pikiran penulis sebagai seorang perempuan adalah: Apakah kaum maskulin yang cenderung menganggap politik sebagai domain kelelakian, rela jika kursi empuk yang mereka dambakan dalam politik ’’dirampas’’ oleh perempuan?Kiprah Perempuan dalam Politik.


Sebenarnya telah banyak contoh-contoh keberhasilan perempuan dalam berbagai bidang. Di Indonesia, berbagai posisi penting di sektor pemerintahan sudah tidak lagi tabu dijabat oleh perempuan. Beberapa menteri dengan posisi sangat penting dipegang perempuan. Seperti dalam kabinet Indonesia sekarang ini Mentri Perdagangan Marie Pangestu, dan Mentri Keuangan Sri Mulyani. Mereka adalah perempuan-perempuan yang berpengaruh besar terhadap kebijakan-kebijakan ekonomi tanah air. Lebih dari itu, Indonesia bahkan sudah pernah dipimpin oleh presiden perempuan, Megawati Soekarno Putri, meskipun kepemimpinan Megawati dinilai belum cukup mewarnai kancah politik tanah air, malah mengundang kontroversial. Kepemimpinannya relative pendek, sehingga masyarakat belum bisa men-judge keberhasilan ataupun kegagalan kepemimpinannya secara lebih kasat mata.


Di tingkat internasional, cukup banyak perempuan pemimpin yang tercatat sepanjang sejarah. Margareth Thatcher seorang perdana menteri di Great Britain/United Kingdom pada tahun 1979-1990 terkenal dan disegani dunia dengan sebutan wanita bertangan besi (iron lady) dalam ’’kesangarannya’’ menentang komunimisme. Presiden Filipina Corazon Aquino (1986-1992) tercatat sebagai wanita Asia pertama yang tampil sebagai presiden di dunia. Di Pakistan, Benazir Bhutto adalah perempuan pertama yang memimpin Negara muslim di masa pasca-kolonial. Namun, nasib buruk menimpanya. Benazir terbunuh pada 27 Desember 2007 dalam sebuah insiden pemboman saat kampanye Pemilihan Umum di awal 2008. Tak kalah lagi dengan gebrakan presiden Chili, Michelle Bachelet (2006-sekarang) dengan komitmen kesetaraan gender, sesaat setelah dinyatakan menang, Michelle langsung membentuk kabinetnya dengan komposisi fifty-fifty antara laki-laki dan perempuan, yakni dengan komposisi 10 laki-laki dan 10 perempuan.


Perempuan-perempuan tersebut adalah perempuan tangguh yang menjadi pemimpin karena dipilih rakyat dan karena perjuangan mereka, bukan karena hadiah garis keturunan seperti ratu ataupun putri-putri raja.


Beberapa contoh pemimpin perempuan dunia di atas, hendaknya dapat membuat perempuan Indonesia bangun. Tidak lagi mau dininabobokan dengan segala bentuk konsumerisme, hidonisme ataupun kapitalisme.


Strategi Ada beberapa strategi yang dapat di lakukakn perempuan untuk bisa eksis dalam kancah politik di tanah air. Pertama, perempuan harus makin mengasah kepekaan politik (political sense). Caranya melalui pendidikan politik dalam transformasi politik berbasis ilmu pengetahuan. Perempuan tidak lagi bermalas-malasan membaca buku-buku ilmu politik atau pun berita-berita yang menyangkut politik. Kedua, perempuan harus mampu membangun komunikasi yang menyeluruh (vertical-horizontal-diagonal ) baik secara verbal maupun nonverbal. Dalam hal ini perempuan harus berani ’’menjual diri’’ melalui dialog, komunikasi di tengah-tengah masyarakat / kelompok masyarakat ataupun melalui tulisan-tulisan di media massa.


Ketiga, Perempuan harus berani melakukan penawaran politik (political bargaining) di partai politik yang menjadi kendaraannya. Ketika seorang perempuan sudah duduk di kepengurusan partai politik, ia harus punya nilai tawar dan nilai jual untuk menuju kursi legislative. Karena kursi legislative adalah tempat yang tepat untuk menyalurkan dan mewujudkan berbagai aspirasi secara langsung (politic in action). Maukah partai yang menjadi kendaraan politik tersebut menempatkan keterwakilan 30 persen perempuan pada posisi jadi? Peranan Perempuan dalam Politik


Jangan pernah mengecilkan arti perempuan dalam ranah politik. Perempuan sebagai kaum feminis diyakini dapat menjadi cooler maupun refreshner di tengah panasnya suhu politik Mengembalikan kepercayaam masyarakat yang tengah dilanda krisis terhadap berbagai elemen politik selama ini. Perempuan sebagai softener, di tengah kerasnya politik yang penuh dengan tricks (tipuan-tipuan) diharapkan dapat meminimalisir kejahatan-kejahatan politik yang secara kasat mata didominasi laki-laki. Naluri keibuan seorang perempuan dalam bertindak cenderung melakukan pengkajian yang lebih dalam terhadap suatu tindakan dan akibatnya. Sifat perempuan yang lebih teliti dan hati-hati dapat menjadi perisai terhadap niat-niat kejahatan. ***



Oleh: Nensy Suryati S.Pd.Sekretaris Harian Ikatan Wanita Minang (IWM) Kota Batam

Ikatan Wanita Minang Kota Batam

Ikatan Wanita Minang Kota Batam dikukuhkan oleh Bapak Ir. H. Suparman, SH,M.Si. di Gedung Politeknik Batam tanggal 03 Mei 2008